MTsN 2 Aceh Tengah Gelar Prosesi Adat Serah Terima Anak Didik Ke Guru

Kankemenag Aceh Tengah 18-07-2019 17:59

Serah terima siswa baru mtsn 2 aceh tengah (aceh.kemenag.go.id/Kankemenag Aceh Tengah)

Takengon (Sudrajat) -- Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Aceh Tengah menggelar prosesi adat penyerahan anak didik dari orang tua ke Guru yang dilaksanakan di halaman Madrasah setempat, Kamis, 18/7/19

Prosesi adat serah terima anak didik ke guru dalam adat setempat (Gayo) di sebut "Munyerah Ni Anak Ku Tengku Guru".  memiliki arti "Menyerahkan Anak ke Guru" merupakan prosesi adat penyerahan anak didik oleh orang tua kepada Guru untuk dididik. Kegiatan ini merupakan budaya yang dilakukan orang tua pada saat pertama kali mengantarkan anaknya untuk menuntut ilmu.

Acara serah terima anak didik ke Guru berlangsung hidmat dan haru, Penyerahan anak didik oleh perwakilan Orang tua dan di terima langsung oleh Kepala Madrasah, Drs Abd Rahman yang disaksikan oleh dewan guru dan seluruh siswa MTsN 2 Aceh Tengah.

Drs. Abd Rahman kepala MTsN 2 Aceh Tengah mengatakan prosesi "Munyerah Ni Anak Ku Tengku Guru" merupakan bentuk kearifan lokal yang memilki tujuan baik yaitu terciptanya komunikasi harmonis antara orang tua dan guru secara bersama sama dalam mendidik anak, baik di rumah atau disekolah.

"Ada adat Gayo sebagai kearifan lokal yaitu adat penyerahan anak didik dari wali ke tengku guru, agar ilmu yang dipelajari lekat dan berkembang diserahkan secara bagus, diamanatkan secara bagus, untuk dididik oleh guru" Ungkap kepala Madrasah tersebut.

Lebih lanjut, Drs. Abd Rahman mengatakan dengan diserahkannya anak didik oleh orang tua wali diiringi keikhlasan kepada guru, semoga selama didik Allah memberi kekuatan ke guru dalam mendidik, semoga anak yg didik dapat berbakti kepada orang tua, bangsa, dan negara kelak.

Kakankemenag Aceh Tengah yang diwakili Kasubbag TU Wahdi. MS, MA menyambut baik adanya prosesi  "Munyerah Ni Anak Ku Tengku Guru" sebagai bentuk kearifan lokal yang dilaksanakan di MTsN 2 Aceh Tengah.

"Prosesi serah terima ini mencerminkan adanya komitmen bersama, antara Orang Tua siswa dan guru bersama-sama mendidik anak, intinya agar ilmu yang didapatkan anak didik bermanfaat", Ungkap Kasubbag TU

Lebih lanjut, Wahdi. MS, MA mengatakan kearifan lokal "Menyerahkan Anak ke Guru" perlu digalakkan dan di lerstarikan karena memiliki nilai positif.

"mari kita galakkan dan lestarikan kearifan lokal. adat munyerah ni anak ku tengku guru merupakan adat yang sudah ada sejak dulu, namun seiring perkembangan zaman tidak diterapkan lagi, nah hari ini karena adat ini memiliki dampak positif maka adat yang bagus ini perlu di galkkan dan lestarikan kembali". Demikian ajaknya.

Intinya, mplikasi dari pelaksanaan Menyerah Ni Anak Ku Tengku Guru, adalah untuk mencari keberkahan bagi anak dalam menuntut ilmu, dengan adanya amanat dan pesan secara emosional antara wali murid dan guru sebagai pendidik.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Unsur Majlis Adat Gayo (MAG), Reje Kampung setempat,  komite, wali murid serta guru dan staf MTsN 2 Aceh Tengah.[]

Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota
CONNECT & FOLLOW