Kakankemenag Aceh Tenggara Sampaikan Tiga Hal untuk Pengembangan Pondok Pesantren

Kankemenag Aceh Tenggara 25-04-2019 14:37

(aceh.kemenag.go.id/Kankemenag Aceh Tenggara)

Kutacane (Amrin) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara yang diwakili oleh Kasubbag TU Saharudin, S.Ag, M.M menyampaikan tiga hal dalam pengembangan pondok pesantren, yaitu:

Pertama, pondok pesantren sebagai lembaga penyelenggara pendidikan agama, ke depan secara terus menerus dituntut mampu merumuskan dan menetapkan orientasinya secara jelas dan tegas, kemana sesungguhnya pendidikan agama/keagamaan akan dibawa dalam upaya membangun umatnya. Dalam konteks perubahan masyarakat yang begitu cepat dan meluas ini, saya memandang bahwa pontren dituntut untuk terus menerus meningkatkan kemampuan dan kepekaannya dalam memahami perkembangan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Tanpa pemahaman terhadap kebutuhan nyata masyarakat, maka pondok pesantren akan ditinggalkan masyarakat. Sebaliknya, dengan pemahaman terhadap kebutuhan nyata masyarakat, maka pondok pesantren kelak diharapkan akan dapat memerankan diri sebagai agen perubahan, atau pusat pengembangan masyarakat.

Kedua, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dituntut untuk terus menerus melakukan  penyempurnaan kurikulum (isi pendidikan) yang sesuai dengan aspirasi masyarakat dan misi keislamannya. Karena itulah, pemberian materi pendidikan yang konkret, aktual, dan relevan, seperti pemberian materi bahasa asing (Bahasa Inggris), ilmu komputer, dan keterampilan lainnya, menjadi kebutuhan substantif yang niscaya. Dengan demikian, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang dikenal "murah" dan "terjangkau" akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kini dan mendatang.

Ketiga, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan, perlu membenahi secara terus menerus kualitas manajemennya. Paradigma lama dalam pengelolaan pondok pesantren yang terkesan mengabaikan sistem manajemen moderen, saya kira perlu kita rubah. Hal tersebut, karena bagaimana pun, kualitas sistem manajemen dalam pengelolaan/ penyelenggaraan pendidikan akan berakibat pada tinggi-rendahnya kualitas lulusannya.

 

Hal ini disampaikan Kasubbag Tata Usaha Saharudin, S.Ag, M.M dalam sambutannya pada Acara Wisuda Santri Dayah Perbatasan Darul Amin Desa Tanoh Kecamatan Babul Makmur, Kamis (25/04) yang dihadiri oleh para wali santri dan para undangan yang hadir.

 

Terakhir Saharudin mengucapkan kepada para wisudawan,”Selamat atas keberhasailannya menimba ilmu di Dayah Perbatasan Darul Amin ini. Semoga, ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi masyarakat dalam ikut serta menata bangsa Indonesia kini dan mendatang. Selanjutnya, kepada Dayah Perbatasan Darul Amin, saya sampaikan dukungan dan apresiasinya atas upaya yang dilakukannya dalam ikut serta mengembangkan sistem pendidikan agama dan keagamaan di negeri kita tercinta ini. Semoga, Dayah Perbatasan Darul Amin, terus menerus dapat meningkatkan kualitasnya dalam rangka membangun umat di masa depan.

 

Sementara itu Panitia mengatakan jumlah santri yang diwisuda untuk tahun 2019 ini berjumlah 45 orang dan jumlah santri keseluruhan sampai dengan saat ini 556 orang yang diasuh oleh 41 orang pengajar tambahnya.

 

Kategori Pendidikan Madrasah
CONNECT & FOLLOW