Di Aceh, 2.914 CPNS Kemenag Ikut SKB, Wawancara Berbasis Aplikasi

Inmas Aceh 19-12-2018 19:26

Banda Aceh (Inmas)---Sebanyak 2.914 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenag Aceh mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Tes SKB untuk tahap ujian Psikotes, wawancara dan Micro Teaching itu berlangsung selama tiga hari, 17-19 Desember 2018 yang berlangsung di sejumlah lokasi, yaitu Gedung Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, MAN 1 Banda Aceh, MTsN Banda Aceh dan MIN 6 Banda Aceh.

Pada hari pertama para peserta mengikuti ujian tulis Psikotes, berikutnya wawancara dan ujian Praktik .

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh dan Kepala Bagian Tata Usaha, H Saifuddin SE meninjau proses pelaksanaan ujian SKB di lokasi tersebut.

Kakanwil berharap supaya proses pelaksanaan SKB tersebut dapat berlangsung dengan tertib dan lancar. Ia meminta peserta supaya dapat memahami soal yang diberikan oleh pewawancara, maupun praktik kerja dengan baik.

"Semoga proses seleksi berlangsung dengan lancar dan menghasilkan peserta terbaik," ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha, H Saifuddin SE kepada Serambi kemarin mengatakan, tes SKB CPNS tahun ini meliputi psikotes 30%, wawancara 35%, dan tes praktik kerja 35%. 

Dalam tahap wawancara ini, Saifuddin meminta peserta supaya fokus dan menguatkan nalar dalam mendengar pertanyaan pewawancara. Karena hanya disediakan waktu 30 menit untuk 14 jenis soal.

“Jadi untuk satu soal peserta wawancara hanya punya waktu dua menit untuk menjawabnya. Jadi kalau harus mengulang pertanyaan sekali lagi, maka sudah habis waktu si peserta,” ujar Saifuddin.

Selain itu, ia mengingatkan, meskipun wawancara dilakukan oleh pejabat atau panitia dari Kanwil Kemenag Aceh. Namun pewawancara tetap tidak bisa menentukan kelulusan peserta. Karena dalam tes wawancara itu, semua soal sudah diacak dan diatur oleh aplikasi, sistem penilaian juga sudah ada standar dalam aplikasi.

Sehingga, lanjutnya, pejabat yang mewawancara hanya bertindak membaca soal dan mengoperasikan aplikasi. “Jadi peserta jangan percaya kalau ada yang bisa menjanjikan kelulusan, karena nilai dan kelulusan itu diatur oleh pusat,” tandasnya. 

Ia meminta kepada peserta untuk tidak percaya kepada calo calo yang mengaku dapat membantu kelulusan  CPNS tersebut.[]

Kategori Informasi dan Humas
CONNECT & FOLLOW