Di RRI Kakanwil Sampaikan Kesiapan Haji Embarkasi Aceh dan 10 Inovasi Haji

Peny Haji Umrah 16-07-2018 17:17

Banda Aceh (Yakub)---Tidak sampai tiga pekan lagi, Jamaah Calon Haji (JCH) yang bergabung dalam Embarkasi Aceh (BTJ-01) akan masuk ke asrama, mulai Jumat (3/8) pukul 08.00 WIB.

Sejumlah 393 JCH asal Pidie (termasuk lima petugas) itu, akan dilepaskan oleh Gubernur Aceh, di embarkasi haji Aceh, pada Jumat malam, pukul 20.30 WIB.

Setelah ikuti rangkaian acara dalam asrama, sehari semalam, keesokannya pada Sabtu (4/8) pagi, jamaah kloter perdana (semua jamaah dari Kab Pidie) itu, diberangkatkan dari asrama, ke Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah via Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar.

Rekam biomatriks bagi jamaah Aceh, mulai musim haji 1439 H/2018 ini dilaksanakan di Embarkasi Haji Aceh. Kemenag terus mengusahakan agar rekam biometrik yang mencakup inovasi ini akan memotong antrean dan masa tunggu yang sangat panjang saat pemeriksaan imigrasi, baik di Bandara Madinah maupun Jeddah. 

Demikian di antara ulasan Kakanwil Kemenag Aceh, yang diwakili oleh Kasi Akomodasi, Transportasi, dan Perlengkapan (ATP) Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H Azhar SAg MA, saat menjadi narasumber di studio RRI Banda Aceh, Senin (17/8).

Selain tentang biomatriks itu, H Azhar (yang duet bersama Kakankemenag Aceh Besar yang diwakili Kasi PHU Kankemenag Aceh Besar Drs H Adnan), juga sampaikan tentang kesiapan kepanitiaan, paspor, pemvisaan, penerbangan, konsumsi, pemondokan (maktab), sampai kesiapan asrama haji.

Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh wakili paparan tentang kesiapan haji pada Kasi ATP, karena saat yang bersamaan sedang ada pelantikan eselon III dan eselon IV di aula. Kakankemenag Aceh Besar Drs H Salahuddin MPd, juga wakili dialog di radio pada Kasi PHU karena sedang ikuti acara yang sama.

Di antara yang dilantik oleh Kakanwil ialah Kabid PHU yang sebelumnya dijabat H Abrar Zym SAg diamanahkan menjadi Kakankemenag Aceh Besar. Juga Kakankemenag Aceh Besar yang sebelum ini dijabat Drs H Salahuddin MPd, sekarang untuknya diamanahkan menjadi Kakankemenag Kota Langsa. Dan Kakankemenag Kota Langsa masuki purnabhakti.

Demikian pula, H Azhar dalam acara pagi itu, sampaikan 10 terobosan haji terbaru (inovasi), sebagaimana rapat Menteri Agama (Menag) RI Lukmah Hakim Saifuddin menggelar rapat evaluasi di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Selasa (12/6) lalu. 

Sebelumnya, waktu tunggu jamaah di Saudi untuk rekam bisa 4-5 jam, tahun ini diharapkan antrean jamaah di kedua bandara Saudi itu hanya sekitar satu jam. Jadi, sampai bandara di Madinah atau Jeddah,  jemaah yang berangkat dari tiga embarkasi ini bisa langsung menuju bus untuk diantar ke hotel.

Sebutnya, selain rekam biometriks jamaah (data 10 sidik jari dan foto wajah jamaah haji bisa dilakukan di Indonesia), yang dimulai dilakukan pada semua embarkasi haji di Indonesia, termasuk Aceh, sebagai inovasi pertama, inovasi kedua adalah soal QR.

QR Code pada gelang jamaah. QR Code berisi rekam data identitas jamaah yang dapat diakses melalui aplikasi haji pintar. Ini akan memudahkan petugas haji dalam mengidentifikasi dan membantu jamaah yang membutuhkan pertolongan

Ketiga, sistem sewa akomodasi satu musim penuh di Madinah. Selama ini, sistem sewa seperti itu hanya diterapkan di Makkah. Di Madinah, sewa akomodasi dilakukan secara blocking time. 

Mulai tahun ini, 52,02 persen jamaah akan ditempatkan di 32 hotel yang disewa satu musim penuh. Artinya, hotel menjadi hak jamaah Indonesia secara penuh tidak dibagi dengan negara lain. Dengan begitu, pemindahan jamaah dari Madinah ke Makkah atau sebaliknya, dapat dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan jamaah.

Keempat, penggunaan bumbu masakan dan juru masak (chef) asal Indonesia. Kemenag minta kepada seluruh perusahaan katering untuk menggunakan bumbu asli dari Indonesia. Selain untuk menjaga cita rasa khas kuliner Indonesia, ini juga untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke luar negeri. Selama ini,  bumbu masak di Saudi didominasi dari negara lain. 

Kelima, layanan katering bagi jamaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah. Kalau sebelumnya hanya 25 kali, tahun ini menjadi 40 kali. Selain itu, ada juga penambahan pemberian  kelengkapan minuman dan makanan berupa teh, gula, kopi, saos sambel, kecap dan satu potong roti untuk setiap jamaah. Sementara dana living cost sebesar SAR1500, tetap diberikan penuh sebagaimana biasa sehingga bisa digunakan jemaah untuk keperluan lainnya.

Keenam, untuk memudahkan pengelompokan, paspor dan koper jamaah tahun ini diberi tanda warna khusus per rombongan di setiap kloternya. Tanda warna ini juga sekaligus menunjukan sektor atau wilayah hotel dan nomer hotel tempat tinggal jamaah.

Ketujuh, tahun ini, Kemenag telah mengeluarkan regulasi baru bahwa jamaah wafat boleh digantikan ahli waris. Dengan syarat, jamaah tersebut wafat setelah ditetapkan sebagai jamaah berhak lunas pada tahun berjalan. Untuk tahun ini, mereka adalah jamaah yang wafat setelah 16 Maret 2018.

Kedelapan, inovasi ini sangat signifikan dalam mempercepat proses penyiapan dokumen keberangkatan jamaah haji. Sebelumnya, Kemenag harus menunggu visa dari Kedutaan Saudi sehingga tidak jarang prosesnya menjadi lebih lama. 

Kesembilan, penempatan satu konsultan di tiap sektor. Selama ini, konsultan ibadah hanya ada di kantor Daker (Daerah Kerja) Makkah. Konsultan ini diharapkan bisa bersinergi dengan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang ada di tiap kloter.  

Kesepuluh, Kemenag membentuk tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH). Tim ini terdiri dari petugas layanan umum yang memiliki kemampuan medis. Diisi oleh petugas dari rumah sakit haji, prodi kedokteran UIN Jakarta, serta rumah sakit TNI/Polri. []

Kategori Penyelenggaraan Haji & Umrah