Kakanwil: Pelunasan BPIH Calon Jamaah Haji Mulai 16 April 2018

Inmas Aceh 16-04-2018 19:20

Banda Aceh (Inmas)---Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1439H/2018M bagi Calon Jamaah Haji  (CJH) sudah dapat dilakukan mulai hari ini, Senin 16 April s.d 04 Mei 2018 pukul 08.00-15.00 WIB.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh di Banda Aceh, Senin (16/4).

"Pelunasan BPIH tahap pertama dimulai sejak Senin, 16 April, sampai dengan Jumat 4 Mei 2018," ujar Kakanwil, sebagaimana keterangan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Drs H Ahda Barori AS MM, di Jakarta, Jumat (13/4).

Selain itu Kakanwil juga jelaskan tentang beberapa hal yang perlu dipersiapkan CJH.

"Sehubungan dengan pelunasan, yang berlangsung hingga awal bulan depan itu, ada beberapa hal yang disiapkan calon jamaah haji," jelas Kakanwil: 

Menurut Kakanwil tahapan yang harus dilakukan tersebut, yaitu: 

Tahap kesatu diperuntukkan bagi:
1. Jamaah haji yang telah lunas, namun menunda keberangkatannya.
2.  Jamaah haji yang telah memiliki porsi dan masuk dalam alokasi kuota provinsi atau kab/kota tahun 1439 H/2018M berdasarkan data SISKOHAT dengan ketentuan:
a. Belum pernah menunaikan ibadah haji
b. Telah usia 18 tahun terhitung pada tanggal 17 juli 2018 atau sudah menikah

Selanjutnya Kakanwil jelaskan, sebagaimana arahan Direktur, pelunasan tahap kedua, diperuntukkan bagi jamaah dengan kriteria:

1. Mengalami kegagalan sistem pada pelunasan BPIH tahap kesatu.

2. Berstatus pernah berhaji yang telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

3) pengajuan penggabungan suami/istri atau anak kandung/orang tua terpisah yang salah satunya telah melunasi di tahap 1.

4. Pengajuan lanjut usia minimal 75 tahun yang dapat disertai dengan 1 (satu) orang pendamping.

5) Cadangan yang berasal dari Jamaah Haji yang berhak lunas tahun 1440H/2019 sebanyak 5%.

Sementara prosedur pelunasan BPIH, disampaikan Kakanwil sebagaimana keterangan Ahda meliputi beberapa tahapan:

a. Pelunasan BPIH dilakukan di BPS BPIH sesuai tempat mendaftar atau BPS BPIH pengganti (bagi nasabah eks BPIH) di kabupaten/kota.

b. Jamaah haji melakukan pelunasan BPIH reguler sebesar selisih kekurangan antara besaran BPIH reguler dengan jumlah setoran awal BPIH dengan terlebih dahulu menunjukkan bukti asli setoran awal BPIH lembar pertama pada petugas BPS BPIH.

c. Jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler, mendapatkan bukti setoran lunas BPIH yang dicetak dari aplikasi Siskohat, buku manasik haji, seragam batik, dan untuk pria mendapatkan kain ihram dan wanita mendapatkan mukenah.

d. Jamaah haji yang telah melakukan pelunasan, harus melaporkan diri dengan membawa bukti setoran pelunasan BPIH reguler ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Kakanwil menambahkan, untuk pembatalan haji sebagaimana
disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan
Pembatalan Haji Reguler, M Noer Alya Fitra SE MM atau Nafit, juga beberapa hal yang harus disiapkan jamaah haji.

Pada pelunasan tahun ini jamaah haji wajib melampirkan surat keterangan istitha'ah kesehatan.

"Ini harus disiapkan lebih awal karena prosesnya perlu waktu. Syarat ini (istitha'ah kesehatan) memang baru tahun ini, kami yakin proses pemeriksaan kesehatannya akan selesai tepat waktu," ujar Nafit.

Waktunya cukup untuk menyelesaikan yang 17% karena batas akhir pelunasan tahap masih lama.

Dengan istitha'ah kesehatan, menurut Nafit, akan potensial mengurangi angka open seat.

Selama beberapa tahun open seat (istilah bagi jamaah batal berangkat) sehingga kuota tidak terpakai cukup besar karena jamaah sakit jelang berangkat haji. Dengan aturan istitha'ah sangat besar kemungkinannya kuota terpakai mendekati penuh, lanjutnya.

Sedangkan bagi jamaah haji yang tahun ini dinyatakan tidak istith'ah secara kesehatan Nafit meminta jamaah tidak berkecil hati.

"Bagi yang dinyatakan tidak istitha'ah masih ada peluang tahun berikutnya. Jamaah bisa menjalani perawatan lanjutan agar kembali sehat atau tahun-tahun depan bisa mengajukan pendampingan sehingga bisa memperoleh surat istitha'ah dengan pendampingan," imbuh Nafit

Sebagaimana arahan Nafit, Kakanwil juga sampaikan  jamaah haji menyiapkan dana untuk setoran lunas, sesuai dengan kekurangan masing-masing embarkasi.

"Besaran pelunasan BPIH tiap embarkasi berbeda, jamaah haji harus teliti jangan sampai salah. Sementara besaran BPIH jamaah haji reguler Embarkasi Aceh Rp 31.090.010." ujar Kakanwil.

Bukti setoran awal juga harus dibawa oleh jamaah haji yang akan melunasi. Bila bukti setoran awal hilang jemaah bisa mengurus surat kehilangan dari kepolisian lalu minta salinannya dan legalisir BPS BPIH tempat membayar BPIH setoran awal.

Khusus bagi jamaah haji yang membayar setoran di bank yang saat ini tidak lagi menjadi BPS BPIH, Nafit mengatakan sudah ditetapkan BPS BPIH penggantinya.

Bila bank tempat setoran awal tidak lagi menjadi BPS BPIH kami telah mengaturnya di petunjuk pelaksanaa. pelunasan. Jamaah agar terus berkomunikasi dengan Kemenag Kabupaten/Kota mengenai berbagai persyaratan yang harus disiapkan. [] 
Kategori Informasi dan Humas
CONNECT & FOLLOW