Kankemenag Bireuen Laksanakan Tindak Lanjut Pelaksanaan USBN

Kankemenag Bireuen 16-04-2018 11:38

Bireuen (Farizal)—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen melaksanakan tindak lanjut pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun pelajaran 2017/ 2018. Kegiataannya  berupa sosialisasi teknik upload nilai hasil ujian tersebut secara online kepada petugas admin USBN tingkat Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Kankemenag Bireuen,  Senin (16/4) menghadirkan seluruh petugas admin USBN madrasah di lingkungan kankemenag tersebut, mulai tingkat MI, MTs maupun MA.  
Acara yang dibuka Kasi Pendidikan Madrasah (penmad) Azhary MPd, dilaksanakan dalam dua sesi yaitu sesi pertama mulai pukul 10.00 – 12.00 WIB untuk jenjang MI dan sesi kedua untuk jenjang MTs dan MA yang berlangsung siang mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB nanti.

Ketua panitia sosialisasi yang juga admin kabupaten, Raihanum mengatakan bahwa sistem upload nilai secara online menggunakan akun USBN ini merupakan yang pertama sekali dilakukan. “Karena itu sosialisasi ini menjadi penting guna meminimalisir tingkat kesalahan admin ketika meng-upload nilai,” katanya.

Hanum menyebutkan, mekanisme pengelolaan dan penggunaan akun USBN ini dilakukan secara sistematis dan berjenjang (baca: tingkat). "Untuk tingkat satuan pendidikan/ madrasah MI dan MTs, ada admin madrasah, admin kabupaten/ kota dan admin provinsi. Sementara untuk jenjang MA, dari admin madrasah langsung ke admin provinsi," lanjut Hanum menjelaskan.

Sementara Azhary dalam arahannya menyampaikan bahwa keberadaan admin USBN di masing-masing tingkat, baik madrasah maupun kabupaten sangat penting dalam menyukseskan proses dan hasil ujian.

“Dalam bertugas, bapak-ibu saya harapkan harus selalu berpedoman pada Prosedur Operasional Standar (POS) yang berlaku. Demikian juga keseriusan dan kerjasama selaku admin pengelola akun USBN sangat dibutuhkan. Tanpa input dan upload data yang benar, maka hasil ujian yang sudah diikuti anak-anak, secara teknis menjadi tidak bermakna,” kata Azhary. [x] 

Kategori Informasi dan Humas Kantor Kemenag Kabupaten/Kota