Kakanwil Buka Rakor Evaluasi Program Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

Inmas Aceh 13-02-2018 17:41

Banda Aceh (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi  Aceh, Drs H M Daud Pakeh membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh, di The Pade Hotel, Selasa (13/2) usai meninjau Rakor Haji.

Rakor dan Evaluasi program tersebut turut dihadiri Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Dr. H. Ahmad Zayadi, M. Ag dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dr. Bustami Usman.

Mengawali sambutannya Kakanwil menyatakan kebahagiaannya atas kedatangan Direktur PD Pontren di Aceh.

"Semoga kedatangan Bapak Direktur membawa berkah, dua kali direktur datang ke Aceh, sudah ada dua Ma'had Aly yang dibangun dan diresmikan di Aceh, dari 34 Provinsi di Indonesia dan terdapat 27 Ma'had se Indonesia, 2 diantaranya berada di Aceh," sebut Kakanwil.

Pada kesempatan itu, Kakanwil juga mengharapkan supaya program pada pesantren dapat berjalan dengan baik dan terarah "Semua pendataan dilakukan melalui sistem Emis, dan Kami di Kemenag berfungsi memperkuat lembaga dan kurikukulum, dan Dinas Pendidikan Dayah membuat pembangunan berupa sarana fisik, begini salah sat kerjasama yang kita lakukan selama ini," ujar Kakanwil.

sebagaimana Presiden Republik Indonesia, bahwa pada tiap tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari Santri.

"Kita bersyukur Bapak Presiden Jokowi telah menetapkan hari santri, ini menunjukkan bahwa santri mempunyai nilai sejarah dan bukti perjuangan terhadap kemerdekaan republik ini, mulai dari ulama, kiyai hingga santri," ungkap Daud Pakeh.

melalui, rakor dan evaluasi program tersebut ia berharap akan menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi generasi dan akan melahirkan calon-calon pemimpin yang beragama yang berasal dari dayah.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dr. Bustami Usman dihadapan Direktur mengatakan bahwa kerjasama yang terbangun diantara kedua lembaga tersebut sangat baik.

"kami dari dinas terus bekerjasama, terutama bidang pesantren, saling berkoordinasi dan komunikasi, juga kita saling mengisi," ucap Bustami.

ia juga menyebutkan bantuan ke Aceh dibandingkan dengan prov lain luar bias, terutama bidang fisik, "Minat orang tua wali mengantarkan anaknya ke dayah sekarang begitu tinggi. Dulu di Aceh hanya orang-orang dan anak dari kampung yang ke dayah, selama ini banyak anak-anak pejabat dan pengusaha masuk dayah, kita merasa senang terhdap kondisi ini," jelasnya.

Bustami juga berharap ke depan akan lahir pemimpin-pemimpin alumnus ponpes yang punya pendidikan agama yang memadai, dan dipastikan anak-anak yang tinggal di ponpes tidak terlibat narkoba.

Tujuan kegiatan tersebut untuk mengindentifikasi berbagai masalah dan hambatan serta tantangan pada penyusunan program dan mencari solusi secara terpadu serta bersinerji dan sinkronisasi program antar Kemenag dan Dinas Pendidikan Dayah, sebut Drs Mukhlis Hasan dalam laporannya.

Rakor yang mengangkat tema "Melalui rakor dan evaluasi program kita samakan misi untuk mewujudkan pengembangan diniyah dan pondok pesantren yang unggul dan berkualitas' diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas Kasi PD Pontren, Kasi Pakis dan Pendis di lingkungan Kemenag Aceh, serta Kabid dan Kabag Dinas Pendidikan Dayah dari 23 Kabupaten/kota se Aceh.

Acara pembukaan juga turut dihadiri Kabid PD Pontren Drs Djulaidi Kasim, M.Ag, Kabid PHU, H Abrar Zym SAg dan Para Kasi di bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh.[]

Kategori Informasi dan Humas
CONNECT & FOLLOW