Kakanwil Kemenag Aceh: Jangan Tinggalkan Generasi yang Lemah

Kankemenag Aceh Tengah 09-02-2018 22:54

Takengon (Darmawan)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh Jum'at 9 Februari 2018 bertindak sebagai khatib Jum'at di mesjid Agung Ruhama Takengon. 

Dalam khutbahnya, Kakanwil mengatakan bahwa orang tua adalah pilar dan penanggung jawab utama pendidikan anak, karena keluarga adalah al-madrasah al-Uula (sekolah pertama dan utama). Orang tua khususnya ibu adalah guru utama dalam mendidik anak dalam keluarga, tapi itu semua tidak mungkin bisa kalau berjalan sendiri. 

"Untuk itu, orang tua Harus bekerja keras menyiapkan jalan penghidupan yang layak. Artinya, meninggalkan anak keturunan yang berada, bukan yang papa. "Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah", ujar Kakanwil.

Demikian hadits Nabi SAW. Tapi, apakah warisan harta saja sudah cukup? Tentu saja tidak. 

Kecukupan ekonomi hanyalah untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) , tapi belum bisa menyelamatkan dari keburukan dan kesengsaraan. Warisan yang lebih utama adalah iman (akidah yang kuat), ilmu pengetahuan, ketaatan beribadah dan akhlak karimah.  

Jika demikian,  Kakanwil mengatakan jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah, yakni lemah ekonomi, iman (akidah), ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. Namun, orang tua wajib mendidik anak anaknya lebih dahulu dengan akidah yang kuat sejak dini, ketaatan dalam ibadah dan keutamaan dalam akhlak mulai, sebutnya di hadapan jamaah.

Oleh karena itu, peran strategi yang bisa dilakukan oleh keluarga adalah, pertama, orang tua seyogyanya bisa tampil sebagai pendidik dan suri tauladan. Kedua, orang tua sebagai motivator. Ketiga, orang tua sebagai fasilitator.  Orang tua perlu memfasilitasi anak dengan berbagai kelengkapan  sesuai dengan kebutuhan. Keempat, orang tua bertindak sebagai penyaring informasi bagi anak anaknya. 

Diakhir khutbahnya, Kakanwil mengajak para jamaah anak merupakan karunia dari Allah swt sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua dan sekaligus perhiasan dunia, serta belahan jiwa yang berjalan di muka bumi. Seorang yang bijak, jika sudah mengetahui bahwa anak merupakan perhiasan, tentunya ia akan menjaga perhiasan tersebut sebaik-baiknya yakni dengan membekali mereka dengan pendidik yang baik.  Hingga mereka betul betul menjadi penyejuk pandangan mata, memiliki keluhuran budi pekerti, akhlak mulia dan sikap ksatria.  Sebagaimana firman Allah swt, yang artinya ; " wahai orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." [SY]


Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota
CONNECT & FOLLOW