Saat Tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah

Inmas Aceh 03-11-2017 10:16

(Catatan Perjalanan Petugas Haji - I) 

Oleh : RN 

Malam itu, dengan wajah ceria para jamaah satu persatu turun dari pesawat, begitu juga dengan mereka yang menggunakan kursi roda dan selanjutnya mereka berkumpul sejenak di sebuah ruangan, sebelum menuju ke bagian Imigrasi Airport.

Sambil menunggu semua jamaah, diruangan in petugas Bandara meminta kepada petugas untuk memperlihatkan Buku kesehatan masing-masing, Petugas kemudian mengecek buku kesehatan tersebut, dan tepatnya mereka ingin melihat ada tidaknya Vaksinasi. 

Setelah semua Jamaah berkumpul di ruangan itu, mereka tetap belum diperkenankan untuk turun dengan alasan sistem eror dari pihak Imigrasi bandara tersebut,  para jamaah mulai menanyakan tentang memakai pakaian Ihram dan niat, serta shalat.

Disana dan pada malam itu adalah awal kami dan jamaah belajar sabar, sabar menunggu, dan sabar dengan keadaan tak ada yang protes sampai semuanya selesai di imigrasi, karena tekad kesana untuk menggapai Ridha Nya dan Mabrur.

Kita patut bersyukur, karena proses Imigrasi seluruh jamaah berjalan lancar, tidak ada kendala, semua berlalu dengan mudah tanpa hambatan,  akan tetapi pendidikan pertama dimulai saat pengambilan barang bagasi masing-masing, disini ujian kesabaran dimulai lagi, di koordinir oleh salah seorang petugas dari mas kapai agar barang tersebut untuk pengambilan barang diambil mesti sesuai nama, karena saat sampai di luar juga akan kembali digabung, dan ia meminta setiap jamaah yang keluar dari Bandara tetap membawa keluar koper.

Perdebatan kecil antara jamaah dengan petugas tersebut mulai terdengar, jamaah tetap mencari barangnya, padahal sebagian barang telah dibawa keluar oleh jamaah lain tanpa harus sesuai dengan nama.

Sehingga proses pengambilan koper sedikit terlambat, dan kami juga membantu dan menjelaskan kepada jamaah agar semua membawa barang walau bukan milik mereka.

Kondisi Bandara semakin padat, barang-barang milik jamaah kami masih banyak, sementara jamaah semuanya sudah keluar, bahkan 7 kursi roda masih tetap disana, dan jamaah hampir habis keluar bandara.

Disini menjadi awal tolak ukur kekompakan dan kesetiaan petugas, dengan dua tangan masing-masing mencoba mengangkat barang barang tersebut, tak peduli lelah atau sakit, yang penting barang tersebut semua harus terangkut,  tak ada keluhan dari kawan kawan-kawan, hanya ada kata semangat untuk saling memotivasi, semua itu karena kita adalah tim.

Keindahan malam di Kota Jeddah itu terlewati, tak dapat kami nikmati lama, karena setelah naik ke bus yang telah ditentukan,mata langsung istrhat, padahal didepan ada yang memimpin talbiah, sampai akhirnya, tiba di Kota yang dituju, Kota kelahiran Baginda Rasulullah SAW, Makkah  Al Mukarramah mejelang Subuh....(Bersambung). 

Kategori Informasi dan Humas