Tim BHR Kemenag Bener Meriah Lakukan Pengukuran Arah Qiblat di Timang Gajah

Kankemenag Bener Meriah 26-10-2017 08:56

Redelong (Zulkifli)---Tim Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah melakukan pengukuran arah kiblat untuk pembangunan Menasah Tb Hasanah, beserta Menasah Almutaqin, Mukmin,Al-Hidayah, Babussalam yang  telah lama di bangun dan Tiga  Pemakaman Umum Kampung Cekal Baru Kecamatan Timang Gajah Kebupaten Bener Meriah, Rabu, 25 Oktober 2017.

Tim BHR yang terdiri dari Drs,H.Asfila M,Pd, Ustad Ambiya Yusri, Abu Bakar,S.Ag dan didampingi penyuluh Kecamatan Drs Nawawi dan Rahmah,S,Ag, melakukan pengukuran posisi arah kiblat di Menasah tersebut mulai pukul 09.30 WIB yang langsung di saksikan oleh Tgk. Imum Kampong Juardi, Kepala Kampong Minto, Tokoh Masyarakat M Zahir dan Sunardi.

Pengukuran ini berjalan lancar walaupun para pencari kiblat ini harus berpanas-panasan di bawah terik matahari dari pagi menjelang sore ini.

Beberapa Masyarakat setempat ikut menyaksikan pengukuran arah qiblat tersebut, ada beberapa Menasah dan Masjid yang bahkan sebagian mereka sangat antusias berdiskusi dan menanyakan beberapa hal mengenai pentingnya mengukur arah kiblat. Seperti yang ditanyakan oleh Tgk. Juandi, Imum Kampung setempat. ‘Apakah pengukuran kiblat ini hanya di lakukan dengan alat seperti theodolit?” tanya Tgk Juandi.

Salah seorang Tim BHR Kemenag Bener Meriah Ambiya Yusri menjawab pertanyaan tersebut dengan penuh keakraban “Pengukuran kiblat dapat di lakukan dengan berbagai metode, seperti bayang-bayang matahari, Mizwalah, segitiga bola, rubu’ mujayyab hingga theodolite, semua dapat digunakan, semua arah yang ditunjuk akan sama, hanya terjadi perbedaan akurasi sesuai dengan ketelitian pengukur dan instrument yang digunakan”. terang Ambiya.

Ia juga menjelaskan dalam pengukuran arah kiblat ini sangat diperlukan ketelitian agar tidak bergeser “Perlu ketelitian yang tinggi untuk mengukur arah kiblat, sehingga tidak bergeser, karena satu derajat saja selisih maka akan bergeser Sembilan dua kilometer dari Ka’bah,” Tim BHR kemudian memberikan tanda pada hasil pengukuran dengan menarik garis Arah Kiblat dan Garis Shaf, serta ditandai dengan paku serta garis dan selasiban arah Qiblat untuk memudahkan pengurus untuk mengetahui arah kiblat di masjid dan mushalla tersebut.[SY]


Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota