Kembara Lintas Hulu Tamiang (Bahagian II)

Kankemenag Aceh Tamiang 10-08-2017 22:03

Karang Baru (Muhammad Sofyan)—Usai dari MIS Al-Kautsar rombongan melanjutkan perjalanan ke MIN 9 Aceh Tamiang (MIN Babo). Di sini rombongan Kakankemenag disambut dengan Tarian Sekapur sirih (oleh siswi MIN 9), adat Tamiang menyambut tamu kehormatan. Usai tari dipersembahkan pula berbalas pantun. Setelah robongan memasuki ruangan dilanjutkan dengan persembahan Tari Saman Gayo.


Dalam acara seremonial, Sahgifar Kepala MAS Babussalam Babo, selaku tokoh pendidikan (Madrasah) di Bandar pusaka menyampaikan beberapa kronologis perkembangan pendidikan Madrasah di Kecamatan Bandar pusaka dan ia berharap kehadiran Kakankemenag Tamiang yang baru (Drs. Hasan Basri, MM) ke Bandar Pusaka menambah semangat kerja para penyelenggara pendidikaan (Madrasah) di Bandar Pusaka.


Sementara itu, Hasan Basri dalam sambutannya mengajak semua elemen penyelenggara pendidikan (Madrasah) di Kecamatan Bandar Pusaka untuk meningkatkan disiplin, baik guru, staf Tu maupun murid bahkan orang tua tua siswa untuk saling bersinergi dalam meningkatkan disiplin.


Selesai acara di MIN 9 dan makan siang di rumah Sahgifar yang kebetulan sedang mengadakan Walimatussafar akan berangkat menunaikan Ibadah Haji, Kakankemenag Tamiang beserta rombongan melakukan peninjauan di Pondok Pesanten (Ponpes) Terpadu Jamalul Arafah Hazar, MIS Pantai Cempa dan terakhir di MIS Al-Kautsar.


Di Ponpes terpadu Jamalul Arafah Hazar, Hasan Basri memberikan arahan agar dalam perencanaan pembangunan gedung benar-benar memperhatikan tata ruang lokasi yang tersedia agar tidak terjadi bongkar pasang dalam artian bangunan yang sudah dibangun harus dibongkar karena akan dibangun gedung yang baru akibat dari letaknya yang tidak tepat.


Kepala MIS Pantai Cempa menyampaikan kepada Kakankemenag Hasan Basri bahwa mereka membutuhkan Mobilair lebih kurang 40 pasang (Meja dan Kursi) sedangkan gedungnya sudah memadai mereka telah memiliki 7 ruang belajar sedangkan rombelnya hanya 6 jadi satu ruangan digunakan untuk Kantor Dewan Guru.


Rute terakhir menuju MIS Suka Makmur sedikit lebih menantang, rombongan yang terdiri dari beberapa orang, selain rombongan dengan BL 204 U ditambah 2 orang pengawas dan beberpa orang Kepala Madrasah harus mengarungi hulu sungai Tamiang dengan menggunakan Boad (Kapal Motor) ukuran sedang yang biasa digunakan untuk mengangkut buah Sawit dengan kapasitas 6 ton.


Perjalanan sempat mengalami ketegangan saat paku pengait antara as kipas Boad dengan mesin penggerak putus akibat menabrak batang pohon di dalam air. Akhirnya kesulitan teratasi setelah kru Boad berjibaku saling tolong menjaga agar haluan boad tidak berputar diterjang arus yang Kencang dan paku terpasang kembali perjalananpun dilanjutkan.


Setelah memakan waktu …….. (Bersambung ke Bahagian III)


Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota