Ini Tahapan Pemvisaan di Kedubes Arab Saudi, sebelum Dijemput Kanwil

Kemenag Aceh 17-07-2017 10:50

Banda Aceh (Yakub) --- Selain paspor, visa sangat diperlukan jemaah haji dan umrah, semacam ‘izin’ masuk ke Tanah Suci.  Untuk proses pemvisaan, sejumlah tahapan ditempuh, hingga dokumen dikantongi 4.359 jemaah asal Aceh, jelang terbang ke Jeddah nanti. Tahapan juga dilakukan oleh jajaran Kanwil Kemenag Aceh dan elemen terkait, sampai Kloter 1 masuk asrama, pagi Selasa (15/8).

Sebelum paspor, milik Kloter 1 hingga Kloter 12 diantar ke Jakarta, paspor jemaah yang dibawa jajaran Kankemenag dipilah dan dipilih, per kloternya.

Selanjutnya proses nominatif dan penomoran ikatan dilakukan, sekalian penelitian keabsahan nama, nomor paspor, dan lainnya. Pencocokan pas foto sekalian dilakukan untuk satu persatu buku bercover burung garuda itu.
Di Kanwil, jajaran di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), selain itu juga mengedit data paspor.

Di samping itu, dilakukan penempelan stiker kloter di tiap sampul paspor, oleh seluruh jajaran Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Aceh. Tahapan ini dilakukan selama Ramadhan/Juni--awal Syawal/Juli.

Sejak Ramadhan/Juni lalu, paspor-paspor mulai diantar ke Direktorat Jemaah Haji Direktorat Pelayanan Haji dalam Negeri c/q Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag RI.

Dalam masa Syawal/Juli--Dzulqaidah/Agustus, untuk jemaah yang masuk Gelombang II, tahapan yang dilakukan antara lain:  paspor-paspor diserahkan bertahap ke Kedutaan Besar Arab Saudi (KBAS).

Permohonan visa, di antara langkahnya, melakukan pengisian formulir permohonan visa melalui web Kementerian Haji Arab Saudi (e-hajj). Melakukan grouping kloter jemaah. Melakukan pencetakan barcode. Melakukan pemaketan layanan jemaah haji di Arab Saudi. Monitoring proses pemaketan dan status permohonan visa. Memastikan status approval dari MoFA.

MoFA (Ministry of Foreign Affairs), itulah voucher konfirmasi dari Kementerian Haji Saudi untuk calon jamaah, berdasarkan kuota yang tersedia. Sebelum mengajukan visa ke KBSA, setiap jemaah mesti telah memiliki MoFA.
MoFA diterbitkan muassasah ialah penyelenggaraan haji dan umrah di Saudi Arabia yang ditunjuk oleh Kementerian Haji Saudi.

Di KBAS dan pengkonfirmasian visa, di antara langkah yang dilakukan ialah melakukan proses pengiriman papor ke kedubes, untuk diterbitkan visa.

Lalu di KBAS juga, mengunduh dan mencetak visa jemaah. Melakukan penggabungan lembar visa dengan paspor. Mengkonfrimasikan visa jemaah ke dalam sistem. Dan mencetak manifes tanda terima penyerahan paspor yang bervisa.

Kini, paspor-paspor sedang proses dari Kemenag dan Kedubes, secara bertahap. “Sabanyak 4.359 paspor jemaah Aceh sedang proses pemvisaan,” ulang Kabid PHU H Abrar Aym SAg, mewakili Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh, saat siaran live dengan acara di Metro TV, Kamis (13/7). Tema khusus yang diangkat Metro TV siaran live lokal dan siaran nasiosnal ini ialah "Penyelenggaraan Ibadah Haji 2017".

Kabid PHU, dalam acara itu, didampingi Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Aceh, Drs H Sulaiman Abda MSi, yang juga Wakil Ketua DPR Aceh.

“Juga milik Kloter 12, yang merupakan gabungan dengan JCH Embarkasi Medan (MES), sedang proses di Kemenag ke Kedubes Arab Saudi,” jelas Kabid PHU H Abrar Zym SAg, pada jemaah Kloter 7 dan Kloter 8, saat isi manasik beberapa hari lalu di Masjid Murthada Simpang Mulieng Kec Syamtalira Arun Kab Aceh Utara, Rabu (12/7).

“Meskipun masuk Kloter 12, bukan berarti terbang setelah Kloter 11, tapi bersamaan dengan jadwal masuk ke asramanya dan bersamaan dengan hari terbangnya Kloter 5. Yaitu masuk asrama Sabtu 19 Agustus, dan terbang Ahad 20 Agustus,” sambungnya.

Soal apakah menunggu di Banda Aceh atau bergabung ke Medan, jelas Kabid PHU, akan dikabarkan selanjutnya.

Di antara jemaah yang masuk kloter 12 ada yang dari Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. “Kloter 12 diisi oleh 97 jemaah, termasuk 2 dari Aceh Tenggara,” jelas Kabid PHU.

“Selanjutnya petugas Kanwil akan menjemputnya, di Jakarta,” tutupnya, sebelum menghadiri satu acara di Jakarta.

Saat di Metro TV itu, dilangsungkan beriringan. Acara pemberitaan pertama, seusai siaran berita Wajah Aceh, Ureung Geutanyoe, disiarkan pukul 13.30 WIB hingga headlinennwes pukul 14.00 WIB. Sedangkan acara dialog kedua itu, Newsline Nusantara hingga pukul 14.30 WIB.

Kakanwil sebelumnya telah menjelaskan, bahwa pada musim haji 2017/1438 H ini, kuota Aceh mengalami penambahan, menjadi 4.393 jemaah, sudah termasuk 34 orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) di dalamnya. [RN]

Kategori Penyelenggaraan Haji & Umrah