Saat Petugas Kloter Ikut Manasik Bersama Jamaah (Bagian I)

Kemenag Aceh 16-07-2017 16:44

Sejak beberapa 10 Juli 2017, bahkan ada juga yang sebelumnya, Petugas Haji Kloter Embarkasi Aceh mengikuti Manasik Haji bersama jamaah yang dilaksanakan oleh Kantor KementerianAgama Kabupaten/Kota Se Aceh.

Hal ini tentu Sesuai dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh pada pembukaan kegiatan Pelatihan dan pembekalan Integrasi calon petugas Haji Kloter Embarkasi beberapa waktu lalu di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, agar petugas yang menyertai jamaah atau petugas Kloter dapat memperkenalkan diri sejak awal kepada Calon Jamaah Haji sebelum keberangkatan, dengan tujuan saling mengenal dan melahirkan keakraban sehingga memudahkan dalam pelaksanaan tugas.

Seperti halnya Manasik di Banda Aceh yang di laksanakan di beberapa titik, disana terlihat petugas Kloter baik itu Kloter 4,6,9 ikut bergabung mengikuti Manasik Bersama Jamaah, selain untuk mendapatkan ilmu, langkah tersebut dilakukan sebagai langkah untuk bersilaturrahmi dengan jamaah, sehingga ketika keberangkatan Jamaah sudah mudah berkoordinasi. 

Seperti yang disampaikan oleh Dokter Oryza dan Suster Nini petugas Haji Kloter 04 BTJ Embarkasi Aceh.

"Alhamdulillah sudah kenal sama sebagian Karu, Karoum dan juga Jamaah," ujar Oryza yang merupakan dokter Kloter 04 BTJ.

Selain di Banda Aceh, petugas kloter 3 juga mengikuti Manasik di Kabupaten Aceh Besar, begitu juga halnya dengan Aceh Utara, Lhokseumawe, Pidie dan sejumlah Kabupaten/Kota lainnya, disana ada petugas yang ikut Manasik Bersama calon jamaah. 

Setelah pengumuman petugas dan jadwal keberangkatan yang dikeluarkan oleh Kanwil Kemenag Aceh, para petugas begitu antusias ingin segera bergabung dengan jamaahnya, semangat ini tentu buah dari 10 hari menuju Integrasi selama ramadhan di Asrama Haji. 

Masih teringat, pesan Fasilitator titipan amanah yang digambarkan dengan Filosofi bawa telor petugas Haji Aceh.

Filosofi Bawa Telur Petugas Haji Aceh, seperti disampaikan oleh dr Maya Sofia menyampaikan pesan singkat kepada para peserta menjelang kegiatan tersebut berakhir. "Kami titip jamaah sama kalian, jaga mereka layani mereka dengan cara terbaik," katanya dihadapan 51 petugas haji Aceh, belum lama ini.

Pesan tersebut disampaikan oleh Dokter KKP kelas III Banda Aceh itu menjawab dari filosofi titipan telur kepada peserta sejak awal kegiatan dilaksanakan, dimana setiap peserta diwajibkan untuk menjaga dan selalu membawa telur tersebut.

"Alhamdulillah kalian telah melaksanakan dengan baik dan menjaga amanah dari kami, telur ayam yang sangat sensitif itu telah kalian rawat dengan sangat bagus, tidak ada yang pecah, bermacam cara kalian lakukan untuk menjaga telur tersebut, untuk itu kembali kami ingatkan, seperti kalian menjaga dan merawat amanah kami hari ini, disana nanti jaga jamaah haji kita, anggap mereka orang tua kita," ujar Maya.

Sebelumnya, para peserta juga menyampaikan filosofi titipan telur oleh panitia kepada peserta pelatihan dan pembekalan Integrasi calon petugas Haji Kloter Embarkasi Aceh, seperti yang disampaikan ustaz Ramli  "Telur ini hanya simbul amanah, mereka ingin melihat kita bagaimana menjaga amanah ini, walau telur itu sendiri mudah pecah, begitulah jamaah haji kita, banyak yang risti, banyak rintangan tapi kita harus sanggup menjalani amanah tersebut," ujar Ramli yang merupakan salah seorang petugas TPIHI.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh, menjelaskan tentang bagaimana konsep kepemimpinan dan akhlak petugas Haji dalam melaksanakan tugas sebagai petugas yang menyertai jamaah haji. 

Dalam kesempatan tersebut ia meminta kepada calon petugas Haji Kloter Embarkasi Aceh untuk melayani jamaah haji dengan sepenuh hati dan penuh dengan keikhlasan.

Hal tersebut disampaikan Kakanwil pada saat menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan dan pembekalan Integrasi bagi Calon petugas Haji Kloter Embarkasi Aceh di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Sabtu Malam (17/6).

Selain itu, Dalam kesempatan tersebut ia memaparkan apa saja sikap yang harus dimiliki oleh seorang petugas.

Diantara poin penting yang ia sampaikan adalah mengajak calon petugas Haji untuk menanamkan Niat melayani pada masing-masing petugas disertai dengan penuh keikhlasan dalam melayani jamaah.

"Iklas itu bening seperti embun yang selalu hadir disertai pagi, ia akan melahirkan ruh dan pancaran energi, insyaallah kalau kita iklas, kita tidak akan merasa lelah," demikian disampaikan oleh Kakanwil.

Selanjutnya Kakanwil menyampaikan bahwa seorang petugas harus amanah dan tanggung jawab dalam menjalani tugas, ramah dalam pelayanan, jujur dan adil dalam pelayanan, bersikap toleran dalam menghadapi perbedaan amaliah Ibadah haji dan senantiasa bekerjasama.

"Ibadahnya petugas Haji adalah memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah," ujar Kakanwil. 

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil juga berpesan supaya petugas haji yang mendampingi jemaah haji di tanah suci agar sinergisitas dan menghilangkan segala perbedaan sesama petugas.

Tidak hanya itu, petugas Haji Kloter juga memiliki berbagai cerita menarik saat awal memperkenalkan diri kepada jamaah, seperti cerita salah seorang petugas Paramedis di Langsa Erwinsyah, ada haru dan tetesan airmata jamaah disana.... (bersambung). 

Catatan RN

Kategori Informasi dan Humas
RENUNGAN
  • Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali-lmran: 135)

  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah saw. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

CONNECT & FOLLOW