Debat Santai dan Menegangkan, Seleksi Penyuluh Fungsional Teladan

Kemenag Aceh 02-05-2017 00:55

[Langsa | Hayatun Rahmah]  Kompetisi demi kompetisi terus diselenggarakan di Kantor Kementerian Agama Kota Langsa untuk sebuah mutu, kualitas, dan prestasi.

Setelah siswa-siswi berkompetisi sains dari Seksi Pendis, di hari yang sama Kamis (27/4) Seksi Bimas Islam Kankemenag Kota Langsa melaksanakan seleksi Penyuluh Agama Islam fungsional Teladan bertempat di Alau Kantor Kemenag Langsa.

Tujuan seleksi meningkatkan profesionalitas bagi penyuluh dalam memberi penyuluhan bagi umat dan kemampuan menyelesaikan problema terkait dengan ilmu agama dalam kehidupan masyarakat.

Tak lupa Kasi Bimas Islam H. Yasih memberi motivasi kepada peserta untuk optimis. "Karena tikus saja bisa mengejar kucing," ujarnya untuk membangkitkan semangat para peserta.

Dan pernyataan tersebut disahuti Kasubbag TU Hasanuddin dengan pernyataan selaras bahwa, "Tidak ada alasan untuk tidak mampu, persiapkan diri jauh-jauh hari termasuk data dan dokumantasi kegiatan."

"Manfaatkan fasilitas yang ada dan harus siap dalam berbagai even itulah yang dimaksud dengan kemampuan dan profesionalitas," papar Hasanuddin.

Selaras dengan tema yang diusung dalam kegiatan seleksi penyuluh tersebut yaitu 'Untuk Meningkatkan Profesionalitas dan Kemandirian', maka dewan juri menilai penampilan presentasi makalah yang diikuti oleh 6 peserta dari penyuluh fungsional Kankemenag Kota Langsa.

Bertindak sebagai dewan juri yaitu Kasubbag TU Drs. H. Hasanuddin, MH, Kasi Bimas Islam Drs. H. Yasih, MA, dan Kasi Pendis Iskalani, S. Ag, MA, yang menjadi penilaian juri terbagi tiga aspek, perencanaan, pelaksanaan program, dan evaluasi.

Kemudian pada sesi tanya jawab juga dinilai akurasi, detail, dan cara menjawabannya. Penampilan demi penampilan berlangsung dengan santai, tegang dengan sedikit debat, dan bahkan penuh hiburan.

Ada yang mengangkat tema diantaranya tentang nikah sirri yang dikaitkan dengan nikah mut'ahnya Syi'aah, dan juga kasus yang viral akhi-akhir ini yaitu penistaan agama oleh Ahok. Penyuluh dari wanita tidak mau ketinggalan dengan temanya tentang wanita karier dalam prespektif Islam.

Kemudian surat keputusan tentang penetapan juara dibacakan oleh salah satu staf Bimas Islam Drs. Zaini Ramli yang mengumumkan juara pertama berhak diberikan kepada Rahmawati, S.Ag satu-satunya peserta perempuan dengan jumlah nilai 747. Kemudian diikuti juara dua diraih oleh Safrizal, S.Ag dengan capaian nilai 677 dan untuk juara tiga diraih oleh Misbahuddin, S.Ag dengan nilai 610.

Juara pertama akan kembali bertanding di tingkat provinsi dan bagi yang belum menang masih ada kesempatan untuk terus memperbaiki diri di masa yang akan datang. (d/y)

Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota Penerangan Agama Islam, Zakat & Wakaf Urusan Agama Islam & Pembinaan Syariah
RENUNGAN
  • Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali-lmran: 135)

  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah saw. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

CONNECT & FOLLOW