Kakanwil: Kita Ingin Semua Keluarga Bahagia

aceh.kemenag.go.id 20-04-2017 18:14

[Banda Aceh | Inmas]  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs HM Daud Pakeh membuka Kegiatan Pembinaan Keluarga Bahagia Katolik Gereja Paroki Hati Kudus Banda Aceh Tahun 2017, Kamis (21/4).

Kakanwil sebutkan beberapa kiat meraih keluarga bahagia dan kiat hadapi tantangan global dewasa ini. Harap Kakanwil, peran tokoh agama dan pemahaman agama yang benar akan lahirkan keluarga-keluarga yang bahagia. Kebahagiaan yang tidak dikur dari materi tapi pada jiwa dan spritualitas anggota keluarganya.

Di sisi lain Kakanwil jelaskan hakikat Keluarga Bahagia Sejahtera (KBS). "Keluarga Bahagia Sejahtera adalah kelurga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah," jelas Kakanwil, dalam acara di Sulthan Hotel Banda Aceh.

"Sah menurut agama dan negara," tegasnya lagi dengan beberapa contoh legalitas pernikahan selama ini, yang disebabkan banyak faktor. Sehingga ada perkawinan yang sudah sah menurut agama, tapi belum sempurna menurut negara, karena belum tercatat (dokumen hilang).

KBS ialah mampu memenuhi kebutuhan hidup spritual dan material yang layak keterhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan serasi, selaras, dan seimbang antara anggota, dan antar kuluarga, serta dengan masyarakat dan lingkungannya.

"Maka salah satu arah kebijakan dan startegi Kemenag di Bidang Agama, ialah meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan nilai-nilai keagamaan untuk memperkuat peran dan fungsi agama sebagai landasan moral dan etika dalam pembangunan melalui peningkatan kapasitas dan kulaitas penyuluh agama, tokoh agama, lembaga sosial keagamaan, dan media massa dalam melakukan bimbingan keagamaan pada masyarakat," lanjutnya.

Di samping itu juga dengan terus menggelar upaya peningkatan kegiatan pemahaman dan pemberdayaan umat beragama.

Didampingi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Baron Ferryson Pandiangan, di depan para peserta dari tokoh agama Katolik, Kakanwil menggambarkan bahwa kelurga itu laksana bata-bata yang membangun sebuah bangunan. Bangunan di sini adalah bangsa.

"Kita ingin semua keluarga hidup bahagia," harapnya, saat membuka acara sekaligus menyampaikan materi tentang Kebijakan Kanwil Kemenag di Bidang Pembangunan Agama.

Selain materi Membangun Keluarga Sejahtera Berdasarkan Kebijakan Bimas Katolik dan Perspektif Agama Katolik bersama Pembimas, juga ada materi Arah Pastoral dalam Pembinaan Keluarga Katolik dan Tantangannnya Dewasa Ini bersama RD San Efran Sinaga.

Selain materi Hukum, Hakekat dan Moral Perkawinan Katolik dan Implementasinya oleh RD Hermanus Sahar Pr, juga ada materi Komunikasi Keluarga; Seksualitas dan Hidup Perkawinan oleh Tulozomasi Hulu. [yakub]