Peserta Workshop Ustadz TPQ Tanyai Cara Buat Laporan

Kemenag Aceh 20-04-2017 18:12

[Banda Aceh | Inmas] Dalam sesi diskusi bersama Direktur dan Ustadz Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) se Aceh muncul beberapa pertanyaan harian di lapanga. "Bagaimana cara membuat laporan dan untuk apa?" salah satu penanya dari TPQ Al-Hidayah Lampulo Kuta Alam Banda Aceh.

"Laporan sederhana saja, berisi latar belakang pengajian, kepengurusan, kepengajaran, kemuridan, dan sekilas perkembangannya. Biasa kita kirim (tembuskan) per semesteran atau per tahun ke Geuchik, Camat, ke Dinas Syariat, Kankemenag, Bagian Agama di Pemkab/Pemkot," jawab pemateri "Workshop Peningkatan Kompetisi Guru TPQ" yang digelar Kanwil Kemenag Aceh. Memang jika ada form dan format tertentu dari lembaga resmi, kita ikuti polarisasi itu.

"Jika untuk internal, bagus lampirkan laporan keuangan, misalnya untuk geuchik, imam, dan pengurus di atas pengurus harian. Jika laporan tidak tahu mau dikirim ke mana, buat saja untuk pembelajaran, untuk keterbukaan, dan untuk dokumen, yang kapan-kapan akan diperlukan," jawab pemateri berjudul Manajemen Pengelolaan TPQ.

Semua amal ini bukan selalu untuk minta uang sama donatur atau pemerintah, tapi memang kewajiban kita selaku manajer/direktur. Meskipun dana bukan dari pemerintah atau masjid, tapi dari infaq walimurid, seperti jalannya roda TPQ Plus Baiturrahman yang berusia 21 tahun itu.

"Sebab keteraturan, ketatausahaan, dan manajemen itu bukan ilmu asing, tapi sunnah Nabi SAW," sambung Muhammad Yakub Yahya, pemateri siang itu. Rasulullah membagi job pada sahabat, dan mempercayainya, lalu mengevaluasinya.

Selain itu ada ustadzah (Mariaton SPd dari TPQ Baitussalihin Ulee Kareng), yang tanyai kiat mengatasi walikelas dan ustadzah yang suka menurunkan iqra' santri. Ada yang menanyakan pula bagaimana menjawab soal dari wali murid yang keberatan dengan metode iqra' yang berbeda dengan cara yang dipakai di rumah untuk mengulangi pelajaran anaknya.

Jangan ciptakan jurang miskomunikasi dengan ustadzah yang tidak sanggup diurus itu berlarut, juga dengan wali murid yang anaknya tidak mau diatur, yang maunya anaknya Al-Quran padahal menurut lembaga masih cocok di iqra' enam misalnya.

"Jika belum mujarab dengan cara ini, pengalaman kami, jangan kasih ustadzah yang tak ikuti hasil rapat, yang enggan diatur itu dengan jabatan walikelas, dengan kapasitas membuat dan memeriksa soal. Sebab standar nilai untuk anak, selama dia mengajar, di bawah rat-rata, dia seakan pelit memberi nilai tinggi, atau menulis 'lanjut' di kartu prestasi. Padahal anak-anak butuh apresiasi, bukan dengan menurunkan iqra' atau menilai ideal sekali. Apalah yang kurangnya ustadz/ah jika memonten hasil tulis anak dengan angka 100? Padalah dia akan termotivasi dan rajin mengaji dengan nilai tinggi, membuat down batinnya," sambungnya.

Ada yang tanyai, "Bisakah AD/ART TPQ Plus Baiturrahman diadopsi dan dipinjam oleh lembaga lain?" 

"Silakan saja ke TPQ Plus, dan apa pun bisa dipinjam, seperti selama ini ramai yang meminjam silabus, juga AD/ART," tutup Direktur TPQ Plus Baiturrahman, Kamis (20/4).

Sebelumnya, Direktur RS Meuraxa dr Emiralda MKes (diwakili satu dokternya), bahani 40 peserta itu dengan Perkembangan Psikologi Anak. Setelah Direktur TPQ tampil, dengan sesi diskusi juga, disambung Ustadz Husni Suardi SPd dengan Metode yang Menyenangkan bagi Santri.

Sebelumnya, Rabu (19/4) Kakanwil membuka acara di Grand Permata Hati Blang Oi Meuraxa Banda Aceh itu, sekalian mematerikan tema Kebijakan Teknis Kemenag tengtang Pengembangan PD Pontren.

Dilanjutkan bersama H Abrar Zym dengan tema Peran TPQ dalam Pemberantasa Buta Huruf Al-Quran. Lanjut materi Tahsinul Qiraah bersama Drs H Rusdi Hamzah melengkapi acara yang berakhir Jumat (21/4) besok itu. Diundang juga Ustadz H Zulfikar MA soal Metode Menghafal Al-Quran dan Amirullah ST dengan judul makalah Kurikulum Lembaga Pendidikan Al-Quran. [yakub]

Kategori Pendidikan Diniyah & Pondok Pesantren Informasi dan Humas
RENUNGAN
  • Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali-lmran: 135)

  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah saw. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

CONNECT & FOLLOW