Lompatan Besar, Sembilan SMP di Aceh Besar Laksanakan USBN PAI Berbasis Komputer

17-04-2017 15:27

[Kota Jantho|Juniazi]  Sembilan SMP di Kabupaten Aceh Besar Senin (17/4) melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis komputer. Ujian berbasis komputer ini hampir mirip dengan Ujian Nasional yang juga berbasis komputer. Seluruh siswa-siswa mengerjakan ujian dan menjawab soal-soal dengan menggunakan perangkat komputer yang disediakan pihak sekolah.

Ke sembilan SMP di Aceh yang hari ini melaksanakan USBN PAI Berbasis Komputer adalah; SMPN 3 Ingin Jaya, SMPN 1 Peukan Bada, SMPN 2 Mesjid Raya, SMPN 1 Darul Imarah, SMPN 1 Seulimuem, SMPN 2 Blang Bintang, SMPN 1 Blang Bintang, SMP Al-Fallah, dan SMPIT Al-Fityan.

Sementara SMP yang lain di Aceh Besar karena keterbatasan perangkat menggunakan sistem manual dengan menggunakan kertas yang disiapkan pihak sekolah. USBN PAI Ujian Tulis Tingkat SMP Tahun Pelajaran 2016/2016 dilaksanakan secara serentak di Aceh Besar dan secara nasional pada Senin (17/4).

Ketua Panitia Penyelenggara USBN PAI Tingkat Kabupaten Aceh Besar H. Juniazi, S.Ag, M.Pd, yang juga Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabaupaten Aceh Besar, menjelaskan bahwa tahun ini USBN PAI di Aceh Besar sejumlah SMP kita coba berbasis komputer.

Ini model baru, dengan sistem ini harapan kita siswa dapat dengan mudah dan tenang saat mengerjakan soal-soal yang ada. Siswa tidak perlu lagi menjawab soal-soal secara manual menggunakan kertas. Aplikasi ujian mengadopsis sistem ujian nasional. Ini sangat efisien dan sekaligus mempermudah pengawasan dan pemeriksaan.

Tentunya, sebelum pelaksanaan ujian ini berlangsung seluruh peserta ujian telah dilakukan simulasi dan tray out yang memadai.

Cuma kendalanya, karena perangkat komputer terbatas, jadi ujiannya berlangsung dalam beberapa sesi. Kendala lain, jika listrik padam dan kumputernya berulah misalnya. Tapi ini sudah diantisipasi pihak sekolah dari awal.
Sampai saat siaran pers ini dikirim, khusus USBN Berbasis Komputer ini belum didapati kendala yang berarti yang berakibat gagalnya pelaksanaan ujian. Sementara USBN PAI SMP yang dilaksanakan secara manual di Aceh Besar seluruhnya berjalan dengan baik dan lancar.

Di Aceh Besar, USBN PAI Tingkat SMP tahun ini diikuti oleh 3396 siswa dengan jumlah penyelenggara seluruhnya ada 86 SMP Negeri dan Swasta.

H. Juniazi, S.Ag, M.Pd, menjelaskan; Selain Ujian Tulis yang dilaksanakan serentak hari ini, USBN PAI kali ini mencakup tiga ranah yang diujikan, yakni: ranah sikap melalui penilaian akhlak mulia, ranah pengetahuan melalui ujian tulis dan ranah keterampilan melalui ujian praktik yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah dengan dibmbing oleh Guru Pendidikan Agama Islam setempat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar Drs. H. Salahuddin, M.Pd, saat melakukan monitoring USBN PAI, Senin (17) bersama Majelis Pendidikan Daerah, Dinas Pendidikan Aceh Besar dan dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengatakan USBN PAI berbasis komputer yang dilakukan di Aceh Besar ini adalah lompatan besar di bidang pendidikan khususnya Pendidikan Agama Islam di sekolah.

"Saya pikir ini yang pertama di Aceh bahkan di Indonesia. Saya berharap ini berjalan lancar dan sukses," ujarnya.

Sementara itu, Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Besar yang diwakili Wakil Ketua DR. H. Mujiburrahman, MA, saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Islam (PAI) memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Panitia, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, juga kepada Ketua MKKS SMP Ibu Markhayani, S,Pd, yang telah menginisiasi sehingga sejumlah SMP di Aceh Besar dapat melaksanakan USBN PAI berbasis komputer ini.

"Ini luar biasa. Ini hal baru saya kira dan patut kita dukung. Semoga tahun depan USBNBK dan UASBK dapat dilakukan pada seluruh sekolah menengah dan atas di Aceh Besar. Tentunya ini butuh fasilitas dan anggaran yang memadai. Saya kira ini juga salah satu tugas pemerintahan baru Aceh Besar dibawah Bapak H. Mawardi," kata Mujib.

Menurut Dr. Mujiburrahman, yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, bahwa setahu saya saat ini Ujian berstandar nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa, namun kelulusan sepenuh ditentukan oleh sekolah.

Mujib mengatakan, Kementerian Agama melalui Dirjen Pendidikan Agama Islam tahun ini menggulirkan program reformasi kampus keguruan atau lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Tujuannya adalah dalam rangka menyiapkan guru agama berkualitas. Reformasi kampus ini diharapkan akan mampu mencetak calon guru agama berkualitas. Guru agama sangat riskan jika diisi guru dengan kompetensi yang rendah dan lemah.

"Kita di UIN Ar-Raniry melalui Fakultas Tarbiyah dan Keguruan telah menyiapkan hal itu," ujarnya.

Dr. Mujib berharap, peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah perlu terus dilakukan berbagai upaya agar Pendidikan Agama Islam ini memenuhi standar nasional. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan mutu guru, tenaga pengawas, peningkatan fasilitas dan dukungan manajemen yang memadai. [yyy]

Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota