Kakanwil Ajak Penghulu Buka Mata dan Buka Telinga

Kemenag Aceh 17-04-2017 11:54

Banda Aceh (Mahbub) --- Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama termasuk Penghulu hendaknya selalu membuka mata dan telinga untuk bisa melihat dan mendengar apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian diharapkan bisa mengetahui apa yang bisa dilakukan.

Demikian di antara yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh saat membuka dan menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Musabaqah Baca Kitab Kuning dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Penghulu di Grand Permata Hati Ulee Lheu Banda Aceh, Senin (17/4).

Kakanwil juga mengingatkan bahwa jabatan penghulu adalah jabatan yang mulia dan terhormat di masyarakat sepanjang zaman. Bahkan sejak dari dahulu sebelum negeri ini merdeka. Jabatan penghulu sangat teramat istimewa. Untuk itu para penghulu yang bertugas di tengah-tengah masyarakat agar selalu berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya.

Dengan membaca dan menulis, itu adalah di antara upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas penghulu, ujar Pak Daud Pakeh yang selama menjadi Kakanwil banyak "gerilya" ke pedalaman-pedalaman Aceh, termasuk baru-baru ini hadir berbaur dengan masyarakat di Kala Wih Ilang, pedalaman Tanoh Gayo dalam rangka peletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) di kawasan marjinal itu.

Dengan membaca kita bisa menulis, ujar Kakanwil sembari mengatakan bahwa apa yang ditulis tentunya bermanfaat. Diharapkan dengan kegiatan Musabaqah Baca Kitab dan Lomba Karya Tulis Ilmiah ini bisa memotivasi penghulu untuk banyak membaca. "Termasuk membaca yang tidak tertulis atau kauniyah." Tandasnya. [RN]

Kategori Urusan Agama Islam & Pembinaan Syariah
RENUNGAN
  • Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali-lmran: 135)

  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah saw. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

CONNECT & FOLLOW