Seorang Pahlawan dari Pangwa Pidie Jaya “Anak Kebun”

Kemenag Aceh 20-03-2017 14:24

PENULIS: ASRAFIL

( SISWA MAN SABANG, PESERTA WORKHSOP JURNALISTIK SISWA MADRASAH TAHUN 2017)

Seorang sosok yang cerdas, berwibawa, rendah hati. Sosok ini adalah sosok yang seharusnya diteladani. Sosok yang menjadi idaman penulis pribadi, menurut penulis pribadi sosok ini merupakan sosok pejabat sekaligus guru yang patut diteladani. 

Siapakah sosok yang dimaksud.....??

Beliau adalah seorang sosok yang lahir di Trienggadeng, 31 Desember 1960, ia dilahirkan bukan dalam keadaan keluarga yang berkecukupan, melainkan seorang sosok yang sederhana, kesederhanaannya tampak kita lihat ketika beliau dalam masa pendidikan Dasar, yaitu MIN Pangwa Pidie, transportasi yang beliau gunakan hanyalah sepasang kaki yang diberi Allah S.W.T, keteguhan beliau dalam menuntut ilmu menjadi sebuah titik dasar kesuksesan beliau, walaupun berbagai halauan dan rintangan yang beliau lewati dan itu bukan persoalan mudah bagi kita untuk melewatinya. 

Hal ini tampak pada saat beliau melakukan perjuangan ke sekolah untuk menempuh pendidikan tanpa transportasi dengan jarak berkilo-kilo meter dengan tempat tinggalnya di pegunungan sedangkan sekolahnya berada didaerah pesisir kota dengan jarak cukup jauh untuk ditempuh tanpa alat transportasi ini, namun dengan tekun, sabar dan teguh, serta penuh semangat beliau lalui tanpa ada kata menyerah !!

Dalam perjalanan, ia menemukan berbagai rintangan seperti dengan berjumpa hewan buas, akan tetapi dengan tekat kuat sang Daud Pakeh, ia terus berjalan dan hari demi hari yang beliau lewati dengan kesabaran. Hingga beliau meneruskan ke tingkat lanjut.

Beliau melanjutkan pendidikan tingkat menengah pertama di SLTP/MTSN Meureudu 1977, beliau juga melaksanakan profesi ganda yaitu menempuh pendidikan sepulang sekolah yaitu dengan bertani/berkebun, membantu orang tua untuk dapat melanjutkan pendidikan ke universitas IAIN Ar-Raniri Fakultas Tarbiyah PAI 1987.

Kemudian beliau bekeluarga, pada saat itu ia tinggal di kota sigli, ia merupakan sosok yang giat, kreatif, innovatif, dapat kita lihat beliau merupakan sosok yang seperti penulis gambarkan ini pada hari ini, pada masa itu beliau berternak ayam sambilan berkuliah, bukti beliau orang yang inovatif, kreatif dan giat yaitu beliau dapat melakukan penyuntikan, penyemprotan, serta pembersihan lain secara higenis dengan langsung dilakukan oleh beliau. 

Seiring berjalannya waktu beliau juga dapat menciptakan alat penetas menggunakan daya listrik dan yang lebih uniknya lagi rumah beliau lebih kecil dibandingkan kandang peternakan ayamnya, Sungguh!!

Pada tahun 1990 beliau diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Inilah yang disebut kesuksesan karena kesuksesan adalah akhir dari kesusahanan dan kepedihan.

Maknanya adalah “Tiada kesuksesan yang abadi, pasti dibalik semua itu ada hikmahnya”.
Siapakah sosok itu???

Beliau adalah guru, orang tua, dan tempat kami mengadu, beliau adalah Drs. H. M. Daud Pakeh.
“Banyak potensi anak aceh yang belum kita gali, akan kita gali semua” sebut Drs. H. M. Daud Pakeh (Kamis 16 Maret 2017) di Kemenag Aceh.

•    Terimakasih
Adapun ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan untuk panitia dari Kemenag yang telah bersusah payah untuk mewujudkan acara ini. Kemudian untuk para Kepala Bidang, saya mohon untuk mengunjungi daerah saya khususnya ke sekolah kami, agar bapak/ibu dapat melakukan survei serta pengarahan.

Terakhir, Selama beberapa hari ini saya merasa mendapat semua kebutuhan saya. “TERIMA KASIH ATAS SEGALANYA”. Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah.

(Tulisan pada saat mengikuti pelatihan Workhsop Jurnalistik Siswa Madrasah Tahun 2017)

Kategori Informasi dan Humas
RENUNGAN
  • Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali-lmran: 135)

  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah saw. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

CONNECT & FOLLOW