Kakanwil Berdayakan Jurnalis Siswa Liputan Event Nasional

Kemenag Aceh 17-03-2017 15:58

Banda Aceh (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh memberi reward pada dua siswa madrasah peserta terbaik pada kegiatan Workhsop Jurnalistik Siswa Madrasah Aliyah se Aceh yang dilaksanakan bidang pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh.

Kedua siswa tersebut adalah,  Asrafail peserta terbaik satu dari MAN Kota Sabang akan meliput kegiatan Perkemahan Pramuka Madrasah di Bangka Belitung (Babel) dan Lut Taifa Raihan peserta terbaik II dari MAN Indrapuri akan meliput kegiatan KSM dan AKSIOMA di Jogyakarta.

“Pemberian riward ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada jurnalis siswa agar ke depan lebih giat menulis dan mendalami ilmu jurnalistik,” ujar Kakanwil, Daud Pakeh saat menutup kegiatan Workshop jurnalistik siswa tersebut yang di ikuti oleh 40 Siswa/siswi madrasah se Aceh di Hotel Kuala Radja Banda Aceh, Jum’at (17/3).

Dikatakan, seperti yang dijanjikan pada saat pembukaan workshop, bagi peserta terbaik, akan dibawa untuk meliput kegiatan nasional. Hal serupa juga telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya oleh Daud Pakeh, yaitu mengajak Siswa Madrasah untuk meliput kegiatan Nasional Pramuka Nasional di Ambon, Kemudian kegiatan KSM di Pontianak dan Irfan jurnalis Santri binaan Kanwil yang meliput kegiatan Pospenas di Banten.

Daud Pakeh juga  menyampaikan bahwa sebuah lembaga akan terbangun dengan maksimal tidak terlepas dari peran media, dan media itu ada karena adanya jurnalis. Jadi, selain memang dibubutuhkan oleh generasi kedepan dan ingin membangun generasi yang baik dari sisi jurnalis, Kemenag juga punya potensi yang sangat luar biasa, siswa/siswi banyak yang punya bakat minat untuk jurnalis, sehingga mereka semua perlu dibina.

“Dengan melatih jurnalis siswa madrasah, minimal mereka bisa menulis apa yang terjadi di lingkungan mereka, motivasi mereka terbangun untuk menulis, minimal di sekolah sendiri dan diharapkan ini terus dibina tanpa terputus,” ujar Kakanwil.

Sebelum penutupan kegiatan tersebut, Kepala Litbang media Harian Serambi Indonesia, Asnawi Khumar  berbagi kiat sukses menjadi seorang jurnalis profesional. “Kalau ingin menjadi Jurnalis atau yang identik dengan wartawan yang profesional harus menguasai ilmu jurnalistik, minimal ilmu dasar dan juga yang paling penting adalah memahami kode etik agar tidak salah langkah,” ujar Asnawi.

Dikatakan, wartawan profesional tidak berpihak ke satu kelompok, tapi harus bersikap netral, untuk menjadi profesional itu mudah, jalani sesuai dengan ketentuan dan jangan berlebihan.

Para siswa terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Redaktur Rubrik Opini salah satu media cetak ternama di Aceh, terlihat dimana para siswa begitu antusias menanyakan sejumlah pertanyaan kepada pemateri.

Hari ini, merupakan hari terakhir kegiatan pelatihan Workhsop Jurnalistik Siswa Madrasah se Provinsi Aceh tahun 2017, sebelumnya materi telah disampaikan oleh Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, Kepala LPP TVRI Aceh, Wisnu Nogroho, Wartwan Harian Analisa, Iranda Novandi dan Tim dari Subbag Inmas Kanwil Kemenag Aceh. []

Kategori Informasi dan Humas
RENUNGAN
  • Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali-lmran: 135)

  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah saw. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

CONNECT & FOLLOW