Senin, 13 Maret 2017, 12:07

Kasi PHU: Ada Penambahan Kuota Haji Aceh

[Subulussalam | Reza] Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Subulussalam H Akhyar SAg MAg menjadi pembina apel pagi (13/3) di halaman Kantor Kemenag Kota Subulussalam.

Dalam kesempatan tersebut, H Akhyar menyampaikan, "Bahwa pada musim haji tahun 2017 kuota haji Aceh bertambah 1.282 orang atau meningkat sekitar 41,2 persen dari tahun sebelumnya. Penambahan kuota haji tersebut sudah ditetapkan Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 75 Tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji pada tahun ini."

"Kuota tahun ini lebih banyak dari kuota tahun sebelumnya. Kita sangat bersyukur atas penambahan ini, sehingga dapat mengurangi masa tunggu waiting list jamaah haji Aceh," sambung H Akhyar yang sebelumnya pernah di Bidang PHU Zawa Kanwil itu.

Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh ASN dan Pramubakti Kementerian Agama Kota Subulussalam untuk berbagi informasi kepada masyarakat Kota Subuussalam tentang haji, sehingga masyarakat merasa terbantu dengan informasi yang kita berikan.

Untuk saat ini Kementerian Agama Kota Subulussalam melaui PHU masih melakukan validasi dan verifikasi tentang calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini dan mengupayakan mensosialisasikan Surat Edaran Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah tentang Penambahan Syarat Rekomendasi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten bagi Pemohon Paspor Ibadah Umrah/Haji Khusus.

Dalam apel Senin di Kanwil pun, Kabid PHU H Abrar Zym sampaikan hal perhajian 2017. [yyy]

[foto: faisal/reza/yakub]
Berita Lainnya
Selasa, 25 April 2017, 15:11

Komite dan Wali Murid MIS Gampong Meutia Langsa Rakor Pembentukan Komite Baru

Selasa, 25 April 2017, 12:30

Guru MGMP Atim Merakit Soal Ujian Kenaikan Kelas

Jumat, 21 April 2017, 08:15

Terakhir UAMBN, Kakankemenag dan Kasi Pendis ke MTsN Manggeng

Jumat, 21 April 2017, 00:13

Warga Binaan Peringati Isra' Mi'raj dan Ultah Pemasyarakatan

Kamis, 20 April 2017, 17:41

Perpisahan di MAN Peureulak, Ketua Komite: Mayarakat Menilai Apa Adanya, bukan Apa yang Sebenarnya