[Sigli | Yakub] Sungguh kita harus bersyukur kepada Allah Swt. Di mana dalam beberapa tahun belakangan ini kita mendapatkan suatu fenomena baru yang jarang kita perdapatkan sebelumnya.
Yakni acara memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, yang sebelumnya hanya diperingati oleh masyarakat di tingkat Gampong atau Kecamatan, tapi hari ini telah menjamur sampai di lingkungan Sekolah/Madrasah dari berbagai tingkatan.
Bahkan juga telah dilakukan oleh beberapa instansi pemerintahan dan kedinasan di berbagai daerah yang ada di Aceh.
Fenomena ini sangat pantas untuk disyukuri, mengingat sebagian kalangan yang justru mengatakan bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw adalah termasuk perbuatan bid’ah. Itulah yang disampaikan Tgk. Ahyar, S.Sos.I., MA dalam mengawali ceramahnya pada Maulid di Dinas Kesehatan Kab. Pidie.
Selanjutnya Tgk. Ahyar, S.Sos.I., MA, mengajak para jama’ah – yang terdiri dari kepala, kabag, kasi, dan staff/karyawan Dinkes Pidie serta para kepala puskesmas– untuk menelusuri dan mengambil intisari serta pelajaran dari kisah perjuangan Rasulullah Saw dalam mensyiarkan agama Islam di muka bumi ini.
Terutama aktivitas dakwah yang dilakukan Nabi Saw ketika beliau hijrah dan menetap di Madinah. Kenapa harus Madinah (bukan Mekkah), karena Madinah menjadi tonggak awal berkembangnya Islam sampai ke seluruh penjuru dunia.
Dalam penyampaiannya, Tgk. Ahyar, S.Sos.I., MA – yang juga tercatat sebagai Penyuluh Agama Fungsional di Lingkungan Kankemenag Kab. Pidie – mengulas strategi dakwah Rasulullah Saw terhadap penduduk Madinah yang terkenal sangat heterogen dan fanatisme tinggi terhadap suku dan qabilahnya.
Strategi dakwah dimaksud meliputi Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.
Penerapan ketiga strategi dakwah ini berdampak baik dan membuahkan hasil yang sangat fenomenal. Di mana kaum Muhajirin dan kaum Anshar dapat disatukan persepsi dalam satu visi Islam. Kemudian penduduk Madinah pada umumnya dapat disatukan dalam satu kepentingan bersama, yakni menciptakan Madinah menjadi negri yang Madani.
Salah satu bukti monumental dari keberhasilan strategi dakwah Rasulullah Saw terhadap penduduk Madinah adalah dengan lahirnya Piagam Madinah. Sebagaimana diketahui, Piagam Madinah merupakan perjanjian tertulis pertama dalam sejarah peradaban umat manusia.
Mengakhirinya ceramahnya pada hari kamis, 12 Maret 2015 itu, yang berdurasi ± 1,5 jam, Tgk. Ahyar, S.Sos.I., MA, mengutip salah satu petuah orang-orang tua Aceh dulu sebagai peringatan untuk kita renungi bersama. Petuah dimaksud yaitu “Akhé Donya Hana Lé Tuah, Söeh Meunasah Rata Sagôe. Nyang Na Rame Dua Bôh Teumpat, Jambô Madat dan Geulanggang Tajôe. [yyy]













