Jumat, 24 Mei 2013 – Kankemenag
Kemeneg Subulussalam Berduka, Sekeluarga Guru MAN Meninggal

Kota Subulussalam-KemenagNews (23/5/2013) Inna lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun. Kemenag Kota Subulussalam berduka, setelah salah seorang guru bidang studi Sejarah pada MAN Kota Subulussalam Bapak Sayahdin beserta istri dan 2 orang anaknya, mengalami kecelakaan di lintasan Subulussalam Medan.

Musibah kecelakaan ini terjadi pada hari Sabtu pagi, tanggal 11 Mei 2013, di Gampong Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu mobil L-300 (namanya CV-nya, Himpak), melaju dari arah Medan menuju Kota Subulussalam. Kemungkinan pada waktu itu supir mengantuk sehingga mobil masuk ke jurang dengan kedalaman + 120 m.

Pada kecelakaan maut ini, semua penumpang termasuk supir meninggal dunia. Sampai pada saat ini semua jasad korban kecelakaan sudah ditemukan, kecuali jasad Bapak Sayahdin yang sampai sekarang belum ditemukan.

Kepala Kankemenag Kota Subulussalam mengatakan, “Saat ini rekan kerja kita telah menghadap sang Khalik, insya Allah Pak Sayahdin dan keluarga akan ditempatkan di sisi-Nya….” amiin.

“Kami keluarga besar Kankemenag Kota Subulussalam turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pak Sayahdin dan keluarga semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT....” imbuh Pak Rislizarnas,S.Ag, Kasubag TU Kankemenag Kota Subulussalam…...” Diaminkan oleh Aab Syihabuddin, M.Ag, Kepala MAN Subulussalam.

Sebagimana dirilis Serambinews (12-13/5), enam jasad korban minibus L300 yang terjun bebas ke jurang di Desa Lae Ikan, Kecamatan Panggalan, Kota Subulussalam, Aceh, saat itu belum ditemukan. Tim SAR harus menghadapi medan berat untuk menembus lokasi jatuhnya mobil itu.

“Medannya sangat ekstrim, jurang itu ternyata kedalamannya mencapai 200 meter dari badan jalan. Sampai sekarang tim belum menemukan mobilnya, korbannya juga belum ditemukan,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Aceh Singkil, Kompol Sutan Siregar (12/5).

Menurutnya, tim dari Brimob dan ahli arung jeram dari Aceh Tenggara sudah diturunkan, namun belum bisa menembus titik yang diperkirakan tempat jatuhnya mobil. Di bawah jurang itu ada sebuah palung yang arusnya juga sangat deras.

“Kecepatan air diperkirakan mencapai 120 kilometer per jam, jadi begitu ekstrim ini. Tim harus benar-benar memerhatikan keselamatannya,” sebut Sutan.

Minibus milik CV Himpak bernomor polisi BK 1045 GA itu berangkat dari Medan, Sumatera Utara, tujuan Kota Subulussalam. Dalam mobil terdapat tujuh penumpang dan seorang sopir (sebelumnya tertulis tujuh). Minibus nahas itu diketahui jatuh ke jurang di Desa Lae Ikan pada Sabtu, 11 Mei.

Penumpang dalam mobil diketahui masih satu keluarga. Dua korban sudah ditemukan meninggal di Sungai Lae Kombih kemarin. Kedua korban bernama Nurtina (23), warga Simpang Kiri dan Karmina (35), warga Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Enam korban yang masih dicari kala itu, adalah sopir minibus Manggorom Bancin (40), warga Sibande, Pakpak Barat, Sumatera Utara, Fery (25), Syahyadin Cibro (40), berprofesi sebagai guru MAN di Subulussalam, kemudian istrinya Sri Wahyudin (25) serta dua anaknya Safri dan Fatiah Azija (5). [taufiq/narto/serambi/y]

[foto: metro tv]

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.079182 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1197855
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.