Minggu, 24 Maret 2013, 23:08 –
USAID PRIORITAS Latih 117 Fasilitator SMP/MTs

Banda Aceh-KemenagNews (24/3/2013)

Sejumlah 117 Fasilitator Daerah (Fasda) dari 7 Kabupaten/Kota di Aceh memulai tahap pelatihan bagi pelatih atau Training of Trainer (TOT) untuk tingkat SMP/MTs, sabtu (23/3), bertempat di The Pade Hotel Banda Aceh.

Kegiatan yang dibuka oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs Ibnu Sa’dan, MPD ini merupakan bagian awal dari komitmen USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students) bersama Pemerintah Aceh untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh selama 5 tahun hingga 2017.

117 Fasda untuk tingkatan SMP/MTs tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Kota Banda Aceh yang sebagian besar adalah guru SMP/MTs, Kepala Sekolah dan Pengawas beserta 8 orang Fasilitator dari LPTK Universitas Syiah Kuala (FKIP) dan IAIN Ar Raniry (Tarbiyah). Fasda akan memperoleh berbagai materi pembelajaran konstektual dan Manajemen Sekolah serta melakukan praktik yang baik langsung ke SMP/MTs pilihan yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar. 15 orang tenaga fasilitator provinsi dan 2 orang Fasilitator dari LPTK yang sudah dipersiapkan lebih dulu oleh USAID PRIORITAS akan melatih para Fasda selama 7 hari. 2 orang Fasilitator Nasional dan Tim USAID PRIORITAS juga akan mendampingi Fasda selama pelatihan tersebut.

Sebagian besar para Fasda tersebut adalah guru dan pengawas terbaik yang direkrut didaerah mereka masing-masing yang seleksinya dilakukan secara bersama antara Dinas Pendidikan, Kementerian Agama dan perwakilan USAID PRIORITAS.

“Minat guru untuk menjadi Fasda sangat besar, rata-rata di setiap Kabupaten/Kota kami menerima lebih dari 70an lamaran, tapi karena kita membatasi jumlah Fasda hanya 15 orang perkabupaten sehingga kita harus memilih yang terbaik dari yang baik,” ungkap Ridwan Ibrahim, Koordinator USAID PRIORITAS untuk Provinsi Aceh.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag menegaskan bahwa pendidikan di Aceh tidak ada lagi dikotomi pemisahan Sekolah dan Madrasah, Dinas Pendidikan dan Kemenag saat ini bersinergi untuk membangun pendidikan yang bermutu bagi masa depan anak-anak Aceh.

“Kami selalu duduk bersama DInas Pendidikan untuk memajukan pendidikan di Aceh,” Ungkap Ibnu Sa’adan, Kakanwil Kemenag Aceh.

Ibnu Sa’adan juga berharap fasilitator pilihan ini akan menjadi asset daerahnya dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah dan Madrasah.

“Kami berharap Fasilitator menjadi asset daerahnya dalam meningkatkan mutu pembelajaran konstektual dan manajemen sekolah, terutama menjadi motivator penggerak aktifnya MGMP diwilayah mereka,” harap Ibnu Sa’adan.

(us-aid rilis/admin)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.518407 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.54
Jumlah pengunjung: 1523720
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.