PPIH Evaluasi Proses Pemberangkatan JCH Embarkasi Banda Aceh

Kamis, 27 September 2012 – Bidang Haji & Umroh, Pengumuman, Subbag Informasi dan Humas

Foto

*Fokus pada Penyambutan Kloter 8,9 & 10 BTJ


Banda Aceh-KemenagNews (26/9/2012)

Sejumlah pejabat yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh dan para Koordinator Pembantu PPIH Tahun 2012 melaksanakan rapat evaluasi penyelenggaraan Haji Tahun 1433 H/ 2012 M di Gedung Makkah, Asrama Haji Banda Aceh, rabu malam (26/9).

Rapat yang dipimpin Ibnu Sa`dan, Ketua PPIH, pertama-tama negevaluasi proses pemebrrangkatan JCH 6 Kloter sejumlah 1.949 orang, termasuk petugas kloter yang mendampingi jamaah.

“Secara umum, proses pemberangkatan tersebut bisa dikatakan sukses, meski pada saat pemberangkatan kloter 1-BTJ sempat tertnda karena kendala teknis pesawat,” kata Ibnu Sa`dan seusai rapat kepada KemenagNews.

“Selanjutnya kita fokus pada proses penerimaan dan pemberangkatan JCH Kloter 8-BTJ yang pagi-pagi sekali, serta Kloter 9-BTJ dan Kloter 10-BTJ yang hampir bersamaan, khususnya kesiapan akomodasi di Asrama Haji Banda Aceh,” lanjut Kakanwil Kemenag Aceh ini.

Sebagaimana dijadwalkan, Kloter 7-BTJ yang kini sudah berada di Asrama Haji akan diberangkatkan esok hari (kamis, 27/9) pukul 10.30 WIB, tedak jauh beda denga Kliter 6-BTJ yang kini sudah berada di tanah suci.

Sementara Kloter 8-BTJ akan take off pada pukul 7.15 WIB pada hari jum`t (28/9). “Artinya JCH sudah harus bangun dan makan pagi pukul 3 pagi, lalu proses pemeriksaan barang dan boarding ke bus pengantar yang memakan waktu sekitar 1, 5 jam, JCH harus tiba di bandara kira-kira 40 menit sebelum take off, yaitu kira-kira pukul 6.30 pagi,” Ibnu menjelaskan.

Pada Kloter 9-BTJ, mereka memasuki asrama pada hari jum`at (28/9) pukul 8.00 wib dan berangkat pada sabtu pagi juga pukul 7.15 wib. “Nah, masih pada hari yang sama, (jum`at) pukul 21.00 malam masuk kloter 10-BTJ yang berangkat pada sabtu malam juga pukul 21.00 malam, untuk itu kita sudah menyusun strategi dan persiapan yang memadai sehingga jamaah tetap tertib, demikian juga dengan hal-hal teknis lainnya,” pungkas Ibnu Sa`dan.

    Bagikan    


Berita Terkait



Lihat versi mobile
©2011 Kementerian Agama Republik Indonesia